Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Pendidikan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 (K-13) merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan.

Pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI.


Pendidikan Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, menyatakan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan kurikulum ini selama satu semester pada tanggal 5 Desember 2014.

Aspek penilaian

Sikap dan perilaku (moral) adalah aspek penilaian yang teramat penting (nilai aspek 60%). Apabila salah seorang siswa melakukan sikap buruk, maka dianggap seluruh nilainya kurang. Ada tiga aspek penilaian dalam K-13:

    pengetahuan;
    ketrampilan/keberanian; dan
    sikap.

Mata pelajaran
Sekolah Tingkat Dasar

    Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Matematika
    Bahasa Indonesia
    Ilmu Pengetahuan Alam
    Ilmu Pengetahuan Sosial
    Seni Budaya dan Prakarya (Termasuk Muatan lokal)
    Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Termasuk Muatan lokal)
    Bahasa Daerah (Sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)

Semua mata pelajaran di Sekolah Dasar disajikan secara terpadu integratif.
Sekolah Tingkat Menengah Pertama

    Kelompok A (Wajib)
        Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
        Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
        Matematika

        Bahasa Indonesia
        Ilmu Pengetahuan Alam
        Ilmu Pengetahuan Sosial
        Bahasa Inggris

    Kelompok B (Wajib)
        Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
        Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
        Prakarya (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan)
        Bahasa Daerah (Sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)
        Bahasa Asing

Sekolah Tingkat Menengah Atas

    Kelompok A (Wajib)
        Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
        Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
        Matematika
        Bahasa Indonesia
        Bahasa Inggris
        Sejarah Indonesia

    Kelompok B
        Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
        Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
        Prakaryan (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan)

    Kelompok C (Peminatan)

Matematika dan Ilmu Alam (MIA)
   

Ilmu-Ilmu Sosial (IIS)
   

Ilmu-Ilmu Bahasa (IIB)
Matematika Peminatan     Sejarah Dunia     Bahasa Indonesia Peminatan
Fisika     Geografi     Bahasa dan Sastra Inggris
Biologi     Ekonomi     Bahasa Asing
Kimia     Sosiologi     Antropologi
Kelompok D (Lintas Minat/Pendalaman Minat)
Kelompok D (Lintas Minat/Pendalaman Minat)
Laporan Belajar
Berkas:Contoh Rapor Kurikulum 2013.jpg
Contoh Rapor Kurikulum 2013

Penilaian menggunakan huruf dan angka dengan skala 1-4 dan bersifat kualitatif.
Angka     Huruf
1,00-1,33     D
1,34-1,66     C-
1,67-2,00     C
2,01-2,33     C+
2,34-2,66     B-
2,67-3,00     B
3,01-3,33     B+
3,34-3,66     A-
3,67-4,00     A

Sumber: Wikipedia

Tugas dan Wewenang Guru Sekolah

Apa Tugas dan Wewenang guru? Gimana tanggung jawab & wewenang guru? Dengan Cara umum, pekerjaan & dipahami adalah membina & mengajar.

Dengan Cara rinci & terang, kewajiban & wewenang guru diuraikan dalam Peraturan Menpan RB Nomer 16/2009 mengenai Jabatan Fungsional Guru & Angka Kreditnya.

Tugas dan Wewenang Guru Sekolah

Tugas Guru

Kewajiban Guru berdasarkan pasal 6 PerMenpanRB 15/2009 ada lima yang merupakan berikut :
  1. Merencanakan pembelajaran/bimbingan, jalankan pembelajaran/ bimbingan yg berkualitas, menilai & mengevaluasi hasil pembelajaran/ bimbingan, pun melakukan pembelajaran/perbaikan & pengayaan;
  2. Meningkatkan & mengembangkan kualifikasi akademik & kompetensi dengan cara berkelanjutan searah dgn perkembangan ilmu wawasan, technologi, & seni;
  3. Bertindak obyektif & tak diskriminatif atas pertimbangan kategori kelamin, agama, suku, ras, & keadaan fisik tertentu, latar belakang keluarga, & status sosial ekonomi siswa dalam pembelajaran;
  4. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, & kode etik Guru, pun nilai agama & adat; &
  5. Memelihara & memupuk persatuan & kesatuan bangsa. Tugas dan Wewenang Guru Sekolah
Tanggung jawab Guru

Guru bertanggungjawab menyelesaikan pekerjaan mutlak & kewajiban yang merupakan pendidik tepat bersama yg dibebankan kepadanya.(Pasal 7)

Dapatkan RPP Akomodasi Perhotelan SMK KTSP Berkarakter

Wewenang Guru

Guru mempunyai hak pilih & memastikan materi, strategi, metode, fasilitas pembelajaran/bimbingan & fasilitas penilaian/evaluasi dalam jalankan proses pembelajaran/bimbingan buat mencapai hasil pendidikan yg berkwalitas cocok bersama kode etik profesi Guru (Pasal 8).

Tugas dan Wewenang Guru Sekolah harus terpenuhi agar haknya juga bisa maksimal didapatkan. Jika tidak bisa jadi murid kurang diperhatikan dan kurang maksimal dalam belajar.

Cara-cara Memotivasi Siswa untuk Belajar

Kiat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Sesudah membahas berkaitan Motivasi Menuntut Ilmu Anak Remaja & kaitannya dgn Prestasi Mencari Ilmu Anak, sehingga pada peluang ini aku pula dapat mengemukakan sekian banyak anjuran atau trik buat meningkatkan motivasi menggali ilmu anak. Sebab demikian pentingnya motivasi menuntut ilmu dalam proses perbaikan prestasi menuntut ilmu, aku kira sehingga tata cara ini bisa jadi bakal amat berguna.

Ada sekian banyak cara memotivasi belajar siswa dalam aktivitas mempelajari di sekolah, contohnya saja seperti yg disampaikan A.Meter. Sardiman (2005 : 92-94), adalah :

Motivasi Mencari Ilmu


Cara memotivasi siswa untuk belajar.

1. Berikan angka

Angka dalam elemen ini sbg simbol dari nilai gerakan belajarnya. Tidak Sedikit peserta didik yg justru utk mencapai angka/nilai yg baik. Maka yg dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yg baik. Angka-angka yg baik itu bagi para peserta didik adalah motivasi menuntut ilmu yg amat sangat kuat. Yg butuh diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum ialah hasil mempelajari yg sejati & bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan bersama nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.

2. Hadiah

Hadiah mampu jadi motivasi menggali ilmu yg kuat, di mana peserta didik tertarik kepada bagian tertentu yg bakal diberikan hadiah. Tak begitu bila hadiah diberikan buat sebuah tugas yg tak menarik menurut peserta didik.

3. Kejuaraan

Persaingan, baik yg individu atau grup, mampu jadi fasilitas utk meningkatkan motivasi mempelajari. Sebab terkadang jikalau ada saingan, peserta didik bakal jadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yg paling baik.

4. Ego-involvement

Menumbuhkan kesadaran terhadap peserta didik supaya merasakan pentingnya pekerjaan & menerimanya sbg tantangan maka bekerja keras merupakan yang merupakan salah satu wujud motivasi yg pass utama. Wujud kerja keras peserta didik bakal terlibat dengan cara kognitif merupakan bersama mencari trik buat bakal meningkatkan motivasi.

5. Berikan Ulangan

Para peserta didik dapat giat mencari ilmu apabila mengetahui bakal diadakan ulangan. Tapi ulangan jangan sampai terlampaui tidak jarang dilakukan dikarenakan bakal menjemukan & dapat menjadi etika belaka.

6. Mengetahui Hasil

Mengetahui hasil menuntut ilmu dapat dijadikan yang merupakan sarana motivasi menuntut ilmu anak. Dgn mengetahui hasil belajarnya, peserta didik dapat terdorong utk menggali ilmu lebih giat. Lebih-lebih apabila hasil mencari ilmu itu mengalami kemajuan, peserta didik tentu dapat berikhtiar mempertahankannya atau bahkan termotivasi buat sanggup meningkatkannya.

7. Pujian

Seandainya ada peserta didik yg sukses menyelesaikan tugasnya dgn baik, sehingga butuh diberikan pujian. Pujian yaitu wujud reinforcement yg positif & memberikan motivasi yg baik bagi peserta didik. Pemberiannya serta mesti terhadap disaat yg cocok, maka dapat memupuk suasana yg menyenangkan & mempertinggi motivasi mencari ilmu pun sekaligus dapat membangkitkan harga diri.

8. Hukuman

Hukuman yaitu wujud reinforcement yg negatif, tapi jikalau diberikan dengan cara serasi & bijaksana, sanggup jadi sarana motivasi mencari ilmu anak. Oleh sebab itu, guru mesti mendalami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.

Factor senada pula disampaikan oleh Fathurrohman & Sutikno (2007 : 20) motivasi peserta didik akan ditumbuhkan lewat sekian banyak trik merupakan :

a) Menuturkan maksud terhadap siswa.

Kepada permulaan menggali ilmu mengajar semestinya apalagi dulu satu orang guru menuturkan berkenaan Maksud Instruksional Husus yg bakal dicapainya pada peserta didik. Semakin terang maksud sehingga semakin akbar serta motivasi dalam mencari ilmu.

b) Hadiah.

Hadiah bakal memacu semangat mereka utk sanggup mempelajari lebih giat lagi. Memberi hadiah buat peserta didik yg berprestasi. Di samping itu, peserta didik yg belum berprestasi dapat termotivasi buat dapat menguber peserta didik yg berprestasi.

c) Saingan/kompetisi.

Guru berikhtiar mengadakan persaingan di antara siswanya buat meningkatkan prestasi belajarnya, berupaya memperbaiki hasil prestasi yg sudah di capai diawal mulanya.

d) Pujian.

Peserta Didik yg berprestasi telah sewajarnya buat diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yg diberikan bersifat membangun. Dgn pujian peserta didik bakal lebih termotivasi utk memperoleh prestasi yg tambah baik lagi.

e) Hukuman.

Kiat meningkatkan motivasi menuntut ilmu bersama memberikan hukuman. Hukuman dapat diberikan pada peserta didik yg berbuat kesalahan disaat proses menggali ilmu mengajar. Hukuman ini diberikan bersama cita-cita supaya peserta didik tersebut ingin mengganti diri & mengusahakan memacu motivasi belajarnya. Wujud hukuman yg diberikan terhadap peserta didik yakni hukuman yg bersifat membina seperti mencari artikel, mengarang & lain sebagainya.

f) Membangkitkan dorongan pada siswa buat menggali ilmu.

Strateginya yaitu bersama memberikan perhatian maksimal ke siswa. diluar itu, guru pula bakal menciptakan peserta didik tertarik bersama materi yg di sampaikan secara memakai metode yg menarik & gampang dimengerti peserta didik.

g) Mencetak adat mempelajari yg baik.

Adat menggali ilmu yg baik sanggup dibentuk secara adanya jadwal mempelajari.

h) Mempermudah kesusahan menuntut ilmu siswa, baik dengan cara individual ataupun group.

Menopang kesusahan siswa secara memperhatikan proses & hasil belajarnya. Dalam proses menggali ilmu terdapat beberap unsur antara lain merupakan pemakaian metode utk mennyampaikan materi pada para peserta didik. Metode yg menarik adalah dgn gambar & tulisan warna-warni dapat menarik peserta didik utk mencatat & menuntut ilmu materi yg sudah diungkapkan..

i) Memakai metode yg bervariasi.

Meningkatkan motivasi menggali ilmu bersama memanfaatkan metode pembelajaran yg variasi. Metode yg bervariasi bakal teramat menopang dalam proses menuntut ilmu & mengajar. Dgn adanya metode yg baru dapat menunjang guru buat mengatakan materi terhadap peserta didik.

j) Memanfaatkan sarana pembelajaran yg baik, juga mesti tepat bersama maksud pembelajaran.


Guru adalah Pahlawan Pembangunan

Kemajuan satu buah bangsa ditentukan oleh kapabilitas para pendidiknya utk mengubah karakter generasi penerusnya ke depan. Tidak Dengan figur pendidik, bisa jadi bangsa akbar seperti Indonesia tak bakal bakal menikmati hasil jerih payah putra-putri nusantara yg telah mendorong perkembangan tersebut.

Pencapaian Indonesia sampai diwaktu ini tak terlepas dari peran guru yg sudah membimbing anak muridnya jadi manusia dewasa & berperan aktif dalam pembangunan Indonesia.

Tapi, demi melahirkan para "nation builders" Indonesia, sampai diwaktu ini tetap tidak sedikit guru-guru yg berjuang demi kesejahteraan diri ataupun keluarga yg disokongnya.

Apresiasi yg ditujukan pada mereka pula dinilai tetap rendah mengingat betapa mutlak & berharganya peran seseorang Guru atau Pengajar dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

“Pemimpin! Guru! Alangkah hebatnya tugas jadi pemimpin di dalam sekolah, jadi guru di dalam arti yg teristimewa, adalah jadi pembentuk akal & jiwa anak-anak! Terutama sekali di era kebangkitan! Hri kemudiannya manusia ialah di dalam tangan guru itu, jadi manusia”.

Begitu sepenggal kalimat Presiden mula-mula RI Ir. Soekarno mengenai guru yg dikutip dari buku karangannya, Di Bawah Bendera Revolusi.

Guru ialah suatu profesi yg mulia lantaran di tangan merekalah musim depan bangsa ini ditentukan. Guru pahlawan pembangunan, sebab di tangan mereka bakal lahir pahlawan-pahlawan pembangunan yg nanti isi ruang-ruang publik di negara ini. Guru yg ideal, bukan sekedar guru yg memenuhi syarat-syarat teknik : seperti pintar, pandai, atau pakar di sektor ilmu yg dipunyai; melainkan yg jauh lebih utama dari itu seluruhnya, guru mesti mampu menempatkan dia yang merupakan "agent of change".

Disini, pekerjaan guru merupakan menumbuhkan keingintahuan anak didik & mengarahkannya secara yg paling mereka minati. Jikalau anak didik dikasih rasa aman, dihindarkan dari celaan & cemoohan, berani berekspresi & bereksplorasi dengan cara leluasa, beliau dapat tumbuh jadi insan yg penuh dgn yakin diri & optimistis.
Satu Orang guru mampu jadi pahlawan pembangunan yg mempunyai jiwa juang, mempunyai semangat buat berkorban, & jadi pionir bagi kemajuan penduduk.

Oleh maka dari itu, pekerjaan yg diemban oleh seseorang guru tak ringan, lantaran guru yg baik selain memberitahu, menuturkan atau mendemonstrasikan, namun serta bakal memberikan inspirasi.
Satu Orang guru mesti dapat memandang perubahan jauh ke depan, dgn begitu guru sanggup merencanakan apa yg paling baik utk anak didiknya.

Satu Orang guru serta mesti akan mengemban tugasnya juga sebagai motivator yg sanggup memotivasi anak didiknya biar penuh semangat & siap menghadapi pun menyambut perubahan hri esok.
Peran seperti inilah yg dinamakan oleh Presiden Soekarno, yang merupakan “Guru di dalam arti yg teristimewa, adalah jadi pembentuk akal & jiwa anak-anak.”

Cara Membina Karakter Jujujuran pada Siswa

Trik Guru Membangun Karakter Jujur Siswa lewat Pendekatan Behaviorisme - Tidak Sedikit ortu khawatir anaknya tak naik kelas, nilai akademik anak kurang, atau tak lulus sekolah, namun ortu jarang memikirkan bahwa ortu mempunyai peran dalam membangun kejujuran anak. Di tengah jumlahnya mata pelajaran yg mesti dipelajari, sekian banyak peserta didik yg mendapat tekanan dari orang tua supaya nilai akademiknya baik hasilnya bertujuan kepada nilai akhir saja, bukan proses, maka terkadang mereka pilih berbuat curang, tak jujur, misal bersama trick mencontek sembunyi-sembunyi, atau mengikuti budaya contekan massal tidak dengan butuh sembunyi-sembunyi. Sekolah yaitu lingkungan ke-2 peserta didik yg mempunyai peran utk membangun karakter jujur terhadap peserta didik, Siswa harus diajak bersikap jujur. Dalam factor ini, guru ialah unsur terpenting sekolah dalam membangun karakter jujur terhadap Siswa, & benar-benar guru mempunyai peran utama dalam membangun budaya kejujuran akademik di sekolah. Berkenaan bersama trick membangun karakter jujur terhadap peserta didik, guru mampu memakai pendekatan Behaviorisme.

Pendekatan Behaviorisme

Behaviorisme atau Aliran perilaku(serta dinamakan Perspektif Menggali Ilmu) yakni suatu aliran dalam psikologi yg didirikan oleh John B. Watson kepada th 1913 yg berpendapat bahwa
seluruhnya yg dilakukan organisme —termasuk aksi, pikiran, atau perasaan— bisa & mesti dianggap sbg tabiat. Tokoh-tokoh populer berkenaan masalah ini diantaranya yaitu Ivan Pavlov, Edward Lee Thorndike, B.F. Skinner , & John B. Watson.

Behaviorisme cuma menganalisa tabiat yg tampak/nyata saja yg bakal diukur, dilukiskan, & diramalkan. Behaviorisme memandang bahwa waktu manusia lahir, kepada dasarnya manusia tak mengambil bakat apapun. Manusia dapat berkembang berdasarkan stimulus atau rangsangan dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan jelek dapat membuahkan manusia yg jelek, lingkungan baik bakal membuahkan manusia yg baik. Kaum behavioris memusatkan ia terhadap pendekatan ilmiah yg objektif. Kaum behavioris tak sepakat bersama peristilahan yg bersifat subjektif, seperti hasrat, sensasi, atau persepsi.

Lewat behaviorisme, kelakuan manusia bisa dijelaskan dengan cara seksama maka akan meringankan acara pendidikan dgn hasil memuaskan. Dari pengertian tersebut, jelaslah bahwa behaviorisme mempunyai pengaruh gede pada masalah menggali ilmu. Mencari Ilmu ditafsirkan sbg latihan-latihan pembentukan interaksi antara stimulus & respons.

Bersama memberikan rangsangan/stimulus sehingga peserta didik bakal merespons. Jalinan antara stimulus-respons ini dapat memunculkan kebiasaan-kebiasaan menggali ilmu yg muncul dengan cara automatis. Menjadi, terhadap dasarnya kelakuan anak yaitu respons-respons tertentu kepada stimulus-stimulus tertentu. Bila latihan-latihan tertentu tidak jarang diterapkan terhadap satu orang anak, sehingga hubungan-hubungan stimulus-respon itu bakal jadi makin kuat. Teori ini dinamakan S-R Bond Theory. Tapi ga ada gading yg tidak retak, satu-satunya kritik terhadap teori ini ialah bahwa teori ini cuma menekankan kepada refleks & otomatisasi, pun melupakan kelakuan yg bertujuan.

Cara Membina Karakter Jujujuran pada Siswa

Pengertian Karakter Jujur

Kata “character” dalam Bahasa Inggris berarti “sifat” dalam Bahasa Indonesia. Kata “sifat” dalam Kamus Gede Bahasa Indonesia mempunyai tidak sedikit padanan kata, antara lain : perangai, watak, tingkah laku, & akhlak. Dengan Cara singkat, karakter akan diartikan sbg sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran & tingkah laku.

Sedangkan pengertian “jujur” dalam Kamus Akbar Bahasa Indonesia mempunyai arti lurus hati, tak curang. Sehingga akan disimpulkan bahwa peserta didik yg mempunyai karakter jujur merupakan peserta didik yg batinnya condong lurus atau tak curang maka mempengaruhi pikirannya (akalnya) selalu untuk mencari trick berbuat jujur yg seterusnya diwujudkan dalam sikap & tingkah lakunya baik kepada dia ataupun kepada lingkungannya. Kecenderungan peserta didik yg mempunyai karakter jujur bakal berikhtiar utk berbuat jujur, bahkan barangkali mencegah orang lain berbuat tak jujur, atau condong mengkritik atau membenci sahabat atau lingkungannya yg tak jujur.


Potensi Guru dalam Membangun Karakter Jujur Peserta Didik

Guru mempunyai potensi yg mengagumkan buat mencetak karakter anak didik atau siswanya. Dengan Cara Apa tak, sebab kala yg dipunyai guru berinteraksi bersama peserta didik pass tidak sedikit. Dalam 24 jam, seseorang anak bakal tidur kira kira 8-10 jam, yg berarti 14-16 jam diwaktu kegiatan anak terkecuali tidur dalam sehari, atau 98-112 jam dalam seminggu. Sedangkan, disaat guru sanggup berinteraksi dgn peserta didik kurang lebih 36 – 46 jam dalam seminggu. Ini berarti kurang lebih 40% disaat kegiatan siswa(terkecuali tidur) selagi seminggu dipakai utk berinteraksi dgn gurunya. Layak saja seandainya tak sedikit peserta didik memposisikan gurunya sama seperti ortu yg ke-2.

Paling Sering pula kita jumpai bahwa peserta didik lebih mempercayai ilmu yg dipunyai oleh guru daripada orangtuanya sendiri. Lebih-lebih lagi apabila peserta didik tersebut teramat mengagumi guru yg mengajar di kelasnya, maka peserta didik tersebut lebih menurut jikalau dinasehati oleh guru tersebut daripada orangtuanya sendiri. Figur guru yg jadi teladan bagi peserta didik, figur guru yg disenangi oleh peserta didik nya ialah figur guru yg amat sangat berpotensi utk menolong dalam membangun karakter peserta didik, terutama karakter jujur.

Pekerjaan penilaian yg dilakukan guru pada peserta didik serta ialah satu buah potensi yg gede yg bakal difungsikan utk mempermudah dalam membangun karakter jujur peserta didik. Lebih-lebih dalam kurikulum nasional waktu ini ini yg memasukkan karakter yang merupakan sektor dari penilaian peserta didik.


Kiat Guru dalam Membangun Karakter Jujur Siswa Memakai Pendekatan Behaviorisme

Ada orang bijak sempat mengemukakan, “anak bakal melupakan seluruhnya nasehat baik dari orangtuanya, namun anak tidak ingin sempat lupa dgn aksi baik orangtuanya”. Artinya, bahwa tindakan itu lebih berpengaruh ketimbang perkataan. Oleh sebab itu, satu orang guru mesti dapat jadi teladan bagi siswanya. Seandainya seseorang guru mau membangun karakter jujur kepada anak didiknya, sehingga karakter jujur itu mesti terbiasa muncul lalu terhadap guru tersebut. Guru mesti sanggup memberikan sample terhadap muridnya, misal saat mengajar di kelas, guru mesti jujur kepada ia sendiri & pula terhadap anak-anak dikala tak dapat menjawab pertanyaan anak-anak lantaran guru tersebut belum sempat belajar faktor yg ditanyakan tersebut. Guru mesti berani jujur mengemukakan bahwa sempat jalankan kekhilafan dalam mengajarkan sebuah rencana, dulu selanjutnya cepat memperbaikinya. Butuh didapati, jikalau seseorang guru berani jujur mengakui kesalahannya di depan anak-anak didiknya, sehingga bukan berarti anak-anak didiknya tersebut dapat mengurangi rasa hormatnya terhadap guru itu, melainkan malah dapat bertambah mengagumi kejujuran guru tersebut. Tradisi memberikan stimulus terhadap anak-anak berupa contoh-contoh sikap yg jujur, bakal direspon oleh anak dgn trik meniru kejujuran tersebut.

Keterampilan & perhatian guru dalam menyelidiki peserta didik yg tak jujur serta yaitu syarat bagi seseorang guru dalam menanamkan kejujuran terhadap peserta didik. Bayangkan saja seandainya satu orang guru gampang ditipu oleh siswanya, pasti saja peserta didik tak mau segan-segan mengulangi kembali ketidakjujurannya tersebut. Ini rata rata berlangsung terhadap guru yg kurang peduli atau kurang memberikan perhatian pada anak didiknya. Jangankan urusan mengetahui siswanya jujur atau tak, urusan keseharian si anak saja guru tersebut tak mau tahu, & bahkan nama dari siswanya tersebut tidak jarang lupa.

Guru mesti kritis pada permasalahan peserta didik. Mutlak sekali guru utk terampil dalam menyelidiki peserta didik yg sedang bermasalah, menyangkut apakah dirinya jujur atau tak terhadap gurunya dalam mengemukakan masalahnya tersebut. Konsistensi reward & punishment yg diberikan pula amat sangat dibutuhkan utk memperkuat biar anak senantiasa berbuat jujur. Rutinitas memberikan stimulus berupa sikap kritis guru pada permasalahan peserta didik, reward & punishment yg diberikan guru, pastinya bakal menimbulkan respon peserta didik utk tak mengusahakan bohong pada permasalahannya, lantaran peserta didik tersebut tidak jarang mengalami pengalaman bahwa kejujuran tentu nya yg menang & untung, sedangkan kebohongan tentu nya bakal kalah & merugi.

Proses penilaian di tiap-tiap mata pelajaran serta dapat jadi fasilitas buat menanamkan karakter jujur terhadap peserta didik. Ketentuannya ialah guru mesti menciptakan & menjalankan gagasan pengerjaan pembelajaran (RPP) tiap-tiap mata pelajaran yg memasukkan nilai karakter jujur kepada gerakan pembelajarannya di tiap-tiap kompetensi basic yg dibebankan terhadap peserta didik. Maka, peserta didik di harapkan tidak cuma melulu konsentrasi kepada nilai akademiknya saja tapi serta nilai karakternya. Faktor ini pasti saja dapat makin baik lagi akhirnya, apabila didukung sekolah yg bersangkutan secara membuatkan Rapot Karakter terkecuali Rapot Akademik yg kebanyakan, & bila memang lah mengizinkan lagi, menjadikan nilai kepada Rapot Karakter tersebut yang merupakan salah satu syarat kenaikan kelas. Tradisi guru menilai kejujuran peserta didik dalam proses menuntut ilmu mengajar dapat jadi stimulus yg baik buat menumb uhkan respon berupa kejujuran peserta didik.

Yang Merupakan ringkasan, bahwa business guru dalam menanamkan karakter jujur kepada peserta didik dgn memanfaatkan pendekatan behaviorisme, bakal dimulai bersama memberikan stimulus berupa keteladan berupa kejujuran guru apalagi dahulu. Seterusnya mengusahakan jadi guru yg difavoritkan anak-anak biar segala nasehat kita didengar & diperhatikan oleh anak-anak. Satu Orang guru pun mesti terampil dalam bersikap kritis kepada permasalahan peserta didik. Konsistensi reward & punishment serta mesti ditegakkan supaya peserta didik bakal terbiasa bersikap jujur. & terakhir, guru mesti membiasakan membawa nilai karakter jujur peserta didik dalam aktivitas pembelajarannya di tiap-tiap mata pelajaran yg di terima anak-anak. Bersama demikian, stimulus-stimulus berupa pembiasaan buat bersikap jujur bakal membuahkan respon-respon kejujuran dari anak-anak didik yg setelah itu jadi karakter mereka. Amiin.


Ungkapan Untuk Guru

Guru itu mendidik..bukan menghardik
Guru itu mengajar,,bukan menghajar
Guru itu merangkul,,bukan memukul
Guru itu mendukung,,bukan mengkungkung
Guru itu memuji,,bukan mencaci
Guru oh Guru ucapanmu dan laksmi adalah cermin hatimu

Kebiasaan Belajar yang Baik


1. Mencatat tiap-tiap pekerjaan

Anda mampu menuliskan seluruh pekerjaan yg diberikan terhadap satu buah penerapan pencatat note atau gadget. Trik ini teramat sederhana. Tapi, dgn begini anda tak dapat melewatkan pekerjaan & deadline yg diberikan oleh pengajar.

2. Jangan Sampai lupa bawa PR ke sekolah

Tidak Sedikit pelajar yg lupa mengambil PR-nya ke sekolah. Utk menghindarinya, anda dapat serentak menyimpan PR tersebut ke dalam tas sesudah menyelesaikannya.

3. Berkomunikasi dgn guru

Menjalin komunikasi yg baik bersama guru itu mutlak. Lantaran, interaksi yg jelek sanggup memengaruhi peringkatmu di kelas. Pastikan anda senantiasa mengerjakan tugas-tugas yg diberikan oleh guru.

4. Memberi kode warna yg tidak sama buat tiap-tiap pelajaran

Trik ini dilakukan biar tugas-tugasmu di tiap-tiap pelajaran lebih tertata. Pemakaian warna ini pun bermanfaat buat memberikan tanda terhadap materi-materi mutlak dalam satu buah pelajaran.

5. Menyediakan tempat mencari ilmu di rumah

Tiap-tiap orang mempunyai trick menggali ilmu yg tidak sama. Utk itu, anda mesti mempunyai area yg nyaman buat mempelajari. Di ruangan yg nyaman, pasti anda dapat lebih gampang berkonsentrasi & menyerap satu buah materi pelajaran.

6. Persiapkan diri buat ujian

Anda mesti mempersiapkan ujian atau tes dgn baik. Apapun dapat berlangsung ketika ujian terjadi. barangkali area yg dingin dapat mengganggu konsentrasimu kala ujian. Anda mesti siap menghadapi hal-hal tersebut tidak hanya terhadap materi pelajaran.

7. Mengetahui gaya menggali ilmu

Anda mesti tau macam mana kiat otakmu bekerja dalam menyerap satu buah perihal. Identifikasi gaya mempelajari yg serasi bagi dirimu.

8. Untuk cacatan yg bagus

Ada bermacam trick utk menciptakan catatan yg bagus. Contohnya, utk orang dgn gaya menggali ilmu visual, rata-rata menciptakan catatan dgn melanjutkan gambar-gambar. Buat menciptakan catatan yg efektif, belajarlah tentukan kata kunci yg diterangkan oleh guru diwaktu mengajar.

9. Jangan Sampai menunda

Mengerjakan sesuatu dgn terburu-buru mampu memunculkan tidak sedikit kesalahan. Anda tak sanggup mencari ilmu di detik terakhir sebelum ujian. Tabiat menunda dapat membuatmu gugup, lebih-lebih seandainya ada buku yg hilang atau kejadian utama yg mendadak.

10. Jaga kesehatan

Rutinitas jelek dapat memengaruhi prestasi belajarmu. Jangan Sampai terlampaui lelah kala mengerjakan pekerjaan atau mencari ilmu. Anda mesti memakai etika yg sehat dalam melaksanakan gerakan menuntut ilmu. (ira)

Karakter itu Apa?

Sebenarnya apa yg dinamakan karakter? - Kita amat sering merancukannya dgn temperamen/kepribadian. Karakter merupakan satu buah mutu yg dipunyai oleh seorang yg membedakan ia bersama orang lain. Sementara temperamen merupakan sifay basic yg dipengaruhi oleh kode generika factor keturunan. Sedangkan kepribadian lebih mengarah ke tradisi yg kita perlihatkan diwaktu kita berada di tengah orang, seperti trick kita berpakaian,terjadi,berjabat tangan,senyum,dll.

Bedanya dgn sifat,temperamen, & kecerdasan, karakter bukanlah bawaan lahir. Beliau dibentuk & ditumbuhkan lewat PROSES Mencari Ilmu dalam kehidupan. Artinya karakter yg baik itu sanggup dipunyai oleh seluruh orang.

PENTINGNYA KARAKTER - Sejak lalu karakter dianggap juga sebagai ukuran terpenting manusia. Tokoh-tokoh dalam dongeng rata rata terkecuali miliki kapabilitas yg hebat tentu pula miliki tabiat yg baik. Sikap-sikap seperti keuletan,kejujuran,kesatria,kesabaran amat ditekankan. Tapi kala masuk jaman industri, diawal abad 20, kapabilitas(kompetensi) jadi ukuran mutlak. Industrialisasi menuntut skill yg lebih tinggi. Karakter jadi terabaikan. Terhadap periode sekarang, IQ jadi lebih diperhatikan lantaran dianggap mampu menggambarkan potensi kompetensi manusia. Akibatnya, tidak dengan sadar orang lebih mengagungkan sesuatu yg bersifat fisik & materi. Jadilah tidak sedikit orang cerdas di negara kita yg tak berkarakter. Padahal kompetensi tidak dengan karakter yg baik, ibarat pisau di tangan anak mungil. Membahayakan!!

Perjalanan hidup membuktikan hanyalah beberapa orang yg mempunyai karakter baik yg hasilnya dapat berkukuh di musim susah. Kecerdasan & karisma bisa jadi dapat mengambil seorang ke puncak keberhasilan. Tetapi, cuma karakter yg bisa menciptakan seorang berkukuh di puncak!! Mutu suatu karakter bakal terlihat kala seorang mengalami tekanan, tantangan & kesusahan. “Seseorang yg berkali-kali menang melintasi kesusahan bakal mempunyai mutu yg baik. Tak ada mutu yg tak diuji. Ujian dapat berupa tantangan, tekanan, kesusahan, halangan, penderitaan, dll yg tak kita sukai. Seandainya kita sukses melewatinya, terkecuali sekali tapi berkali-kali sehingga kita bakal mempunyai mutu tersebut.

TERBENTUKNYA KARAKTER - Sebab bukan bawaan lahir, karakter sanggup ditumbuhkan & dipengaruhi oleh tidak sedikit factor.
Ada 5 elemen yg mencetak karakter adalah :
1. Temperamen basic kita. Dominan, intim, stabil, cermat.
2. Keyakinan kita. Apa yg kita percayai.
3. Pendidikan & pengetahuan
4. Motivasi & semangat hidup
5. Perjalanan. Apa yg sudah kita alami, periode dulu, pola asuh, lingkungan kita. Lingkungan punyai andil teramat mutlak dalam mencetak karakter!!

Perlu MENTOR
Dalam prakteknya, karakter yg baik, solid & teruji benar-benar tak bakal terbentuk bersama sendirinya & mesti lewat proses. Dalam proses itu kita membutuhkan mentor (guru). Butuh seseorang pembina yg mengarahkan & memberitahukan kekeliruan & kelemahan karakter kita. Sedikitnya kita butuh miliki 8 mentor dalam kehidupan kita. Carilah & dapatkan mentor bagi karakter Kamu.
Berapa lama utk menumbuhkan & mencetak karakter? Jawabannya : SEUMUR HIDUP!!

KARAKTER Yg Mengambil Kesuksesan :
1. Integritas. Bisa mengintegritaskan kebajikan dalam ia.
2. Terus : Ulet, patuh aturan
3. Empati : Mengasihi sesama seperti diri sendiri.
4. Tahan uji : Masih tabah & membawa hikmah kehidupan dgn kiat bersyukur.
5. Beriman : Yakin bahwa Tuhan terlibat dalam kehidupan kita.

Landasan Hukum KTSP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau lebih dikenal dengan KTSP merupakan kurikulum resmi yg disiapkan pemerintah buat seluruhnya sekolah yg bernaung dalam Negeri kesatuan RI sebab kurikulum ini disusun yang merupakan implementasi dari Undang-undang System Pendidikan Nasional. Adapun landasan hokum juga sebagai paying hokum dilaksanakannya KTSP yakni :
a. Undang-Undang RI No. 20 Th 2003 mengenai System Pendidikan Nasional.
b. Peraturan Pemerintah RI No. 19 Th 2005 berkaitan Standar Nasional Pendidikan. Dua dari delapan standar Nasional Pendidikan ini mencakup :
- Standar isi(SI)
SI mencakup lingkup materi & tingkat kompetensi utk mencapai kompetensi lulusan kepada jenjang & tipe pendidikan tertentu. Termasuk Juga dalam SI merupakan : kerangka basic & struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) & Kompetensi Basic (KD) tiap-tiap mata pelajaran terhadap tiap-tiap semester dari tiap-tiap tipe & jenjang pendidikan basic & menengah. SI ditetapkan dgn Kepmendiknas No. 22 Th 2006.

Konsep Dasar KTSP

Kurikulum ialah seperangkat gagasan & pengaturan menyangkut maksud, mengisi, & bahan pelajaran pun kiat yg diperlukan yang merupakan panduan penyelenggaraan aktivitas pembelajaran utk mencapai maksud pendidikan tertentu. Kurikulum disusun oleh unit pendidikan utk mengijinkan penyesuaian acara pendidikan dgn kepentingan & potensi yg ada di daerah.
KTSP ialah kurikulum operasional yg disusun oleh & dilaksanakan di masing-masing unit pendidikan. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yg bermacam mengacu kepada standar nasional pendidikan utk menjamin pencapaian maksud pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas : (1) standar mengisi, (2) standar proses,(3) standar kompetensi lulusan(SKL),(4) standar pendidik & tenaga kependidikan,(5) standar fasilitas & prasarana, (6) standar pengelolaan,(7) standar pembiayaan dan(8) standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, adalah Standar mengisi(SI) & Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ialah acuan mutlak bagi unit pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Undang-Undang RI Nomer 20 Th 2003 (UU 20/2003) mengenai System Pendidikan Nasional & Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomer 19 th 2005 (PP 19/2005) berkenaan Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum terhadap KTSP jenjang pendidikan basic & menengah disusun oleh unit pendidikan bersama mengacu pada SI & SKL pula berpedoman terhadap tata cara yg disusun oleh Tubuh Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kecuali itu, penyusunan KTSP pula mesti mengikuti ketetapan lain yg berkaitan kurikulum dalam UU 20/2003 & PP 19/2005. Tutorial yg disusun BSNP terdiri atas dua sektor :

  1. Tips Umum yg memuat ketetapan umum pengembangan kurikulum yg bakal diterapkan terhadap unit pendidikan bersama mengacu terhadap Standar Kompetensi & Kompetensi Basic yg terdapat dalam SI & SKL.Termasuk Juga dalam keputusan umum merupakan penjabaran amanat dalam UU 20/2003 & ketetapan PP 19/2005 pula prinsip & langkah yg mesti diacu dalam pengembangan KTSP.
  2. Model KTSP juga sebagai salah satu sample hasil akhir pengembangan KTSP bersama mengacu kepada SI & SKL dgn berpedoman terhadap Pedoman Umum yg dikembangkan BSNP. Juga Sebagai model KTSP, pasti tak bakal mengakomodasi keperluan semua daerah di wilayah Negeri Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) & hendaknya diperlukan yang merupakan referensi. Pedoman pengembangan kurikulum disusun antara lain biar bisa member berikan peluang seluas-luasnya terhadap peserta didik buat : a) mempelajari buat beriman & bertakwa pada Tuhan Yg Maha Esa, b) menuntut ilmu buat mendalami & menghayati, c) mencari ilmu buat sanggup laksanakan & berbuat dengan cara efektif, d) menggali ilmu buat hidup dengan & bermanfaat utk orang lain, & e) mencari ilmu utk membangun & menemukan jati diri lewat proses mencari ilmu yg aktif, kreatif, efektif & menyenangkan (PAKEM).

Perbedaan Antara Kurikulum 2013 dan KTSP 2006

Menurut Peraturan Pemerintah Nomer 19 Th 2005 Menyangkut Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15) Kurikulum Tingkat Unit Pendidikan (KTSP) merupakan “Kurikulum operasional yg disusun oleh & dilaksanakan di masing-masing unit pendidikan.” KTSP yakni penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) yaitu kurikulum operasional yg disusun & dilaksanakan oleh masing-masing unit pendidikan atau sekolah (Muslich, 2007 : 17).

Kurikulum 2013 telah diimplementasikan terhadap thn pelajaran 2013/2014 terhadap sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan dengan cara resmi kepada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yg baru pasti memiliki perbedaan bersama yg lama. Demikian juga kurikulum 2013 memiliki perbedaan dgn KTSP. Berikut ini yakni perbedaan kurikulum 2013 & KTSP :

Di tinjau dari prosesnya


1. Terhadap KTSP proses pembelajaran yg lebih dominan merupakan hal kognitif, psikomotor, & afektif, sedangkan kepada kurikulum 2013 dalam proses mempelajari mengajar nantinya yg lebih dominan merupakan afektif, psikomotor, baru kognitif. Artinya peserta didik dalam proses lebih menonjolkan afektif & psikomotornya.

2. Kurikulum 2013 amat menekankan penyeimbangan antara faktor kognitif (intelektual), psikomotorik (gerak) & afektif (sikap). Berlainan bersama KTSP 2006 yg terhadap step implemntasinya condong lebih konsentrasi kepada factor kognitifnya

3. Factor standar mengisi. Jumlah mata pelajaran yg ada di dalam tiap-tiap jenjang di kurikulum 2013 menyusut. Sampel : buat sekolah basic yg awalnya 10 jadi 6 mata pelajaran, tapi esensi yg di inginkan dari tiap-tiap pembelajaran terus ada, maka trik yg difungsikan didalam kurikulum 2013 ialah integrasi sekian banyak pelajaran ke pelajaran lain. Integrasi ini dinamakan pembelajaran tematik. Pengurangan jumlah pelajaran terhadap kurikulum 2013 tetapi dmikian berimbas terhadap tambahan ketika menggali ilmu. Buat tingkat sekolah basic penambhan 4 jam dalam 1 pekan.

4. Standar proses pemebelajaran. Perubahan yg signifikan berlangsung terhadap penedekatan pembelajaran yg dilakukan. Pembelajaran yg kepada awalnya menggunkan pendekatan behaviorisme & kognitifisme, waktu ini mulai sejak bergeser menuju kedekatan konstrutivisme. Factor ini bakal berimbas terhadap guru di kelas yg terhadap awalnya condong menggunkan guru juga sebagai sumber pembelajaran (teacher-centered leaning), jadi peserta didik & lingkungannya yang merupakan sumber (student-centered leaning).

5. Perubahan standar penilaian. Terhadap kurikulum KTSP 2006 penilaian yg dilakukan condong memanfaatkan penilaian akhir tidak dengan ada penilaian kepada proses pembelajaran. Kepada kurikulum baru ini, penilaian dapat di proses menuntut ilmu turut dimasukan. Nantinya dapat ada penilaian forfolio pada forfolio pada pribadi peserta didik.


Di tinjau dari penilaiannya

Kurikulum 2006

Kurikulum 2006 memuat banyaknya permasalahan diantaranya :

1. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kontes tepat tuntutan fungsi & maksud pendidikan nasional.

2. Kompetensi belum menggambarkan dengan cara holistik domain sikap, keterampilan & wawasan.

3. Sekian Banyak kompetensi yg dibutuhkan tepat dgn perkembangan keperluan (contohnya pendidikan karakter, metodologi, pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills & hard skill, kewirausahaan), belum terakomodasi didalam kurikulum.

4.Kurikulum belum peka & tanggapan pada perubahan sosial yg berlangsung terhadap tingkat lokal, nasional ataupun global.

5. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pengajaran yg rinci maka mengakses kesempatan penafsiran yg bermacam macam & berujung terhadap pembelajaran yg berpusat kepada guru.

6. Standar penilaian belum mengarahkan terhadap penilaian berbasis terhadap kompetensi (proses & hasil) & belum dengan cara tegas menuntut adanya remediasi dengan cara berskala.

7. Dgn KTSP memerlukan dokumen kurikulum yg lebih rinci biar tak memunculkan multi tafsir.

KTSP 2013

1. Kepada kurikulum 2013 tantangan hari depan yg dihadapi merupakan arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan tehnologi berita, konfergensi ilmu & technologi, & ekonomi berbasis wawasan.

2. Kompetensi hari depan yakni meliputi kekuatan berkomunikasi, kemapuan berfikir jernih & kritis, kebolehan pertimbangkan sudut moral satu buah permasalahan kebolehan jadi masyarakat negeri yg efektif, & kapabilitas coba buat mengerti & toleran kepada pandangan yg berlainan.

3. Fenomena sosial yg mengatakan seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalm bermacam macam kategori ujian, & kejolak sosial.

4. Persepsi publik yg menilai pendidikan tatkala ini terlampaui menitikberatkan terhadap hal kognitif, beban peserta didik yg terlampaui berat & bermuatan karakter.

Di tinjau dari esensialnya

Kurikulum 2013

1. Tiap mata pelajaran memberi dukungan seluruh kompetensi (sikap, wawasan, keterampilan)

2. Mata pelajaran di desain terkait satu dgn lainnya & mempunyai kompetensi basic yg diikat oleh kompetensi inti tiap kelas.

3. Bahasa Indonesia yang merupakan penghela maple lain (sikap & keterampilan bahasa)

4. Seluruhnya mata pelajaran diajarkan dgn pendekatan yg sama (saintifik) lewat mengamati, menanya, coba, menalar, dll

5. Beraneka Ragam kategori konten pembelajaran di ajarkan terkait & terpadu satu sama lain (cross curriculum atau integrated curriculum ), konten ilmu wawasan diintegrasikan & dijadikan penggerak konten pembelajaran yang lain.

6. Tematik integratif utk kelas I – IV SD

7. TIK yakni media pembelajaran, dipergunakan yang merupakan alat pembelajaran mata pelajaran lain.

8. Bahasa Indonesia yang merupakan fasilitas komunikasi & carrier of knowledge

9. tak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, permintaan, antar ketertarikan & pendalaman ketertarikan.

10. SMA & SMK mempunyai mata pelajaran wajib yg sama terkait basic – basic wawasan, keterampilan & sikap.

11. Penjurusan di SMK tak terlampaui detail (hingga sektor studi), didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan & pendalaman.

KTSP 2006
Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran juga ada perbedaannya
1. Mata pelajaran tertentu memberi dukungan kompetensi tertentu

2. Mata pelajaran di desain berdiri sendiri & mempunyai kompetensi basic sendiri

3. Bahasa Indonesia sejajar dgn maple lain

4. Tiap mata pelajaran diajarkan dgn pendekatan tidak serupa

5. Tiap kategori konten pembelajaran diajarkan terpisah (separated curriculum)

6. Tematik utk kelas I – III SD (belum terintegratif)

7. TIK ialah mata pelajaran sendiri

8. Bahasa Indonesia yang merupakan wawasan

9. Utk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI

10. SMA & SMK tidak dengan kesamaan kompetensi

11. Penjurusan di SMK teramat detail(hingga keahlian)